SQL, atau Structured Query Language, adalah bahasa pemrograman standar untuk berinteraksi dengan basis data relasional. Dengan menggunakan SQL, pengguna dapat membuat, memodifikasi, dan mengelola data serta struktur basis data itu sendiri. SQL menjadi kunci dalam pengelolaan informasi dan memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi yang memerlukan penyimpanan data, seperti sistem manajemen pelanggan, perdagangan elektronik, dan banyak lagi.

A computer screen displaying SQL commands with a history book and different types of SQL commands in the background

Sejarah SQL dimulai pada tahun 1970-an ketika Dr. Edgar F. Codd memperkenalkan konsep untuk model basis data relasional. Ini kemudian diikuti oleh pengembangan SQL di IBM, yang dirancang untuk memanipulasi dan mengambil data dalam sistem basis data relasional mereka. Seiring berjalannya waktu, SQL diadopsi secara luas dan menjadi standar de facto dalam pengelolaan basis data relasional.

Ada berbagai jenis perintah SQL yang digunakan untuk mengeksekusi tugas-tugas tertentu. Perintah-perintah ini umumnya dibagi menjadi beberapa kategori, seperti DDL (Data Definition Language) untuk mendefinisikan struktur data, DML (Data Manipulation Language) untuk manipulasi data, DCL (Data Control Language) untuk kontrol akses data, dan DQL (Data Query Language) untuk melakukan query atau interogasi data. Setiap perintah memiliki fungsi yang spesifik dan penting dalam pengelolaan serta manipulasi data di dalam basis data.

SQL: Pengertian dan Sejarah

SQL, atau Structured Query Language, adalah bahasa standar untuk mengakses dan memanipulasi basis data. Pemahaman dan apresiasi terhadap sejarahnya memberikan wawasan tentang kehebatan dan fleksibilitasnya dalam industri teknologi informasi.

Pengertian SQL

SQL merupakan bahasa khusus yang dirancang untuk mengelola data dalam sistem basis data manajemen relasional (RDBMS). Bahasa ini memungkinkan pengguna untuk melakukan query, memperbarui, dan mengatur data, serta mengelola skema basis data dan kontrol akses data. SQL menjadi bahasa esensial bagi para profesional IT yang berkecimpung dalam pengolahan data skala besar.

Sejarah SQL

Sejarah SQL bermula ketika Edgar F. Codd, seorang ilmuwan di IBM, mempublikasikan makalahnya tentang model relasional untuk basis data pada tahun 1970. Kemudian, IBM mengembangkan sebuah prototipe sistem yang disebut System R, yang menjadi proyek awal untuk implementasi konsep-konsep tersebut dalam software. SQL, awalnya disebut SEQUEL, merupakan komponen dari System R dan dirancang untuk memanipulasi dan mengambil data dari sistem tersebut.

Pengembangan dan Standarisasi SQL

Pengembangan SQL terus berlanjut hingga American National Standards Institute (ANSI) menetapkannya sebagai standar pada tahun 1986, yang diikuti oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun berikutnya. Oracle menjadi salah satu perusahaan pertama yang melihat potensi SQL dan menjadikannya sebagai bahasa dasar untuk RDBMS mereka. Standar SQL telah mengalami beberapa perubahan dan peningkatan guna memenuhi kebutuhan industri dan teknologi yang terus berkembang. Standarisasi ini memastikan bahwa SQL tetap menjadi alat yang konsisten dan dapat diandalkan bagi pengembang dan analis data di seluruh dunia.

Jenis Perintah dalam SQL

Perintah SQL dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis utama yang berkaitan dengan manajemen dan manipulasi basis data. Setiap kategori memiliki fungsi khusus dalam pembentukan dan pengelolaan data.

Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language (DDL) mencakup perintah-perintah yang digunakan untuk mendefinisikan dan memodifikasi struktur basis data. DDL memungkinkan administrator basis data untuk membuatmengubah, dan menghapus objek-objek dalam basis data.

  • CREATE: Digunakan untuk membuat objek baru dalam basis data, seperti CREATE TABLE untuk tabel baru.
  • ALTER: Memungkinkan pengubahan struktur objek, seperti menggunakan ALTER TABLE untuk menambahkan, menghapus, atau mengubah kolom.
  • DROP: Digunakan untuk menghapus objek, contohnya DROP TABLE akan menghapus tabel beserta datanya.
  • RENAME: Memungkinkan pengubahan nama objek, seperti tabel atau kolom.
  • TRIGGER: Didefinisikan untuk menjalankan operasi otomatis berbasis kondisi tertentu.

Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DML) berfokus pada manipulasi dan pengelolaan data yang telah ada di dalam tabel basis data. DML digunakan untuk penyisipan, pembaruan, atau penghapusan data.

  • INSERT: Perintah yang digunakan untuk memasukkan data baru ke dalam tabel, INSERT INTO.
  • UPDATE: Memperbarui data yang ada dalam tabel dengan spesifik kondisi, misalnya UPDATE table_name SET column_name = value WHERE condition.
  • DELETE: Menghapus baris dari tabel yang sesuai dengan kondisi tertentu dengan menggunakan DELETE FROM.
  • SELECT: Mengambil data dari satu atau lebih tabel. Menyertakan klausa seperti WHERELIMITORDER BYGROUP BY, dan HAVING untuk memfilter dan mengatur data.

Data Control Language (DCL)

Data Control Language (DCL) melibatkan perintah-perintah yang mengelola hak akses pada objek dalam basis data. Ini berguna untuk memberi atau membatalkan hak akses dari pengguna dan mengontrol aspek keamanan basis data.

  • GRANT: Memberikan hak akses kepada user pada basis data, bisa untuk permintaan SELECTINSERT, atau hak lainnya.
  • REVOKE: Menghapus atau membatalkan hak akses yang telah diberikan sebelumnya kepada pengguna.
  • COMMIT: Menetapkan transaksi yang telah dieksekusi, mengonfirmasi semua perubahan pada basis data.
  • ROLLBACK: Mengembalikan basis data ke keadaan sebelum transaksi dimulai jika terjadi kesalahan, membatalkan perubahan.

By number

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *